|

Aroma Tak Sedap Pabrik Pengolahan Limbah Bulu Ayam Resahkan Gabion, Perum Perindo Terkesan Cuek

Ket Foto ; Hasil investigasi Wartawan di Pabrik Pengolahan Bulu Ayam di Gabion


IntenNews.com | Belawan- Pabrik pengolahan limbah bulu ayam yang berada di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) telah meresahkan masyarakat dan pelaku usaha yang beraktivitas di Gabion. Pasalnya pabrik pengolahan limbah bulu ayam tersebut menimbulkan aroma tidak sedap di sekitar Gabion. Terutama pada saat melakukan steam terhadap limbah bulu ayam itu. Seperti pantauan awak media, Senin (23/09/2024) siang di sekitar pabrik pengolahan limbah bulu ayam yang tidak terlihat plang perusahaannya.

Tampak armada mobil barang masuk ke areal pabrik dengan muatan puluhan goni yang diduga berisi limbah bulu ayam yang diangkut dari tempat lain ke lokasi pengolahan. Diduga Pabrik pengolahan limbah bulu ayam ini tidak memiliki izin.

Ahmad (45) yang sehari - hari beraktivitas di Gabion untuk berbelanja ikan yang akan dijualnya di pajak ketika ditemui awak media mengatakan, Aroma tidak sedap dari pengolahan limbah bulu ayam ini sangat bau. Mau muntah rasanya kalau mencium aromanya.

“ Aromanya tidak sedap bang, Bahkan mau muntah rasanya kalau sudah tercium hidung kita bang. Bahkan sampai menjelang sore kadang masih tercium aroma tak sedapnya itu. Aroma ikan aja tidak separah itu bang,” ucap Ahmad.

Sebelumnya pabrik pengolahan limbah bulu ayam ini yang konon katanya sebagai bahan campuran pakan ternak, Beroperasi di KIM. Tapi menuai protes dan akhirnya tutup dan pindah ke Gabion Belawan.


Anehnya pihak Perum Perindo Belawan memberikan izin menyewakan lahannya untuk pengolahan limbah bulu ayam yang belakangan menjadi keresahan di Gabion. Padahal Gabion Belawan peruntukannya untuk kegiatan usaha Perikanan. Kenapa pengolahan limbah bulu ayam juga bisa ada di Gabion.

Awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Kacab Perum Perindo Belawan, Sukses Situmorang. Sukses Situmorang menjawab kalau pihaknya telah mengirimkan surat panggilan kepada pengusaha pengolahan limbah bulu ayam tersebut. 

“ Kita telah mengirimkan surat panggilan, Saat ini kita proses menunggu kehadiran mereka,” tulis Sukses Situmorang di laman WhatsApp nya. (Bersambung)


(Red) 



Komentar

Berita Terkini